INTELLECTUAL DISCOURSE: POLITICAL IDENTITY & HUMAN RIGHTS IN CONTEMPORARY INDONESIA AND MALAYSIA
Seri Diskusi Ilmiah oleh Faculty of Human Ecology, Universiti Putra Malaysia (UPM
Serdang, Malaysia – 25 September 2025
Fakulti Ekologi Manusia, Universiti Putra Malaysia (UPM) telah sukses menyelenggarakan sebuah diskusi ilmiah bertajuk "Political Identity & Human Rights in Contemporary Indonesia and Malaysia", yang berlangsung pada hari Kamis, 25 September 2025, pukul 14.30–17.00 waktu setempat di Bilik Sidang, Faculty of Human Ecology, UPM.
Kegiatan ini merupakan kolaborasi akademik antara UPM (Malaysia)* dan Universitas Negeri Surabaya (Indonesia), yang bertujuan menggali dan mendiskusikan isu-isu terkini terkait identitas politik dan hak asasi manusia di kedua negara serumpun, dalam konteks sosial, politik, dan budaya yang berkembang pesat.
Narasumber dan Moderator
Acara ini dimoderatori oleh:
🔹 Dr. Fairuzzaman Shahabuddin
Department of Government and Civilization Studies, Universiti Putra Malaysia
Dengan menghadirkan pembicara terkemuka dari dua institusi:
🔸Dr. Moch. Mubarak Muharam (Speaker 1)
Head, Department of Political Science, Universitas Negeri Surabaya
Topik: Perkembangan Identitas Politik Pascareformasi di Indonesia
Beliau memaparkan bagaimana reformasi politik Indonesia telah menciptakan ruang baru bagi identitas lokal, etnis, dan agama untuk tampil dalam ranah politik nasional. Namun, dinamika tersebut juga memunculkan tantangan baru dalam menjaga kesatuan nasional dan penguatan nilai-nilai HAM.
Dr. Fadhillah Meutia (Speaker 2)
Department of Political Science, Universitas Negeri Surabaya
Topik: Peran Gender dan HAM dalam Politik Indonesia Kontemporer
Dr. Meutia menyoroti keterlibatan perempuan dalam politik serta isu-isu hak perempuan yang masih menjadi pekerjaan rumah bagi demokrasi Indonesia. Ia menggarisbawahi pentingnya pendidikan politik dan representasi yang setara dalam pengambilan kebijakan publik.
🔸 Firna Larasanti (Speaker 3)
Department of Political Science, Universitas Negeri Surabaya
Topik: Kaum Muda dan Identitas Politik Baru
Sebagai representasi dari kalangan muda dan akademisi, Firna membahas pergeseran pola pikir generasi muda terhadap isu-isu nasionalisme, HAM, dan keterlibatan politik digital. Generasi muda dinilai berperan penting dalam mendorong perubahan sosial yang progresif di era informasi.
🔸 Dr. Zatul Himmah Adnan (Speaker 4)
Department of Government and Civilization Studies, Universiti Putra Malaysia
Topik: Tantangan Hak Asasi Manusia di Malaysia: Antara Regulasi dan Realitas Sosial
Beliau menguraikan bagaimana Malaysia menavigasi isu HAM dalam konteks multietnis dan multikultural, serta bagaimana identitas politik terbentuk melalui narasi kebangsaan, kebijakan negara, dan dinamika sosial.
---
### *Tujuan & Dampak Seminar*
Kegiatan ini bertujuan untuk:
* Mengembangkan wacana ilmiah lintas negara tentang isu identitas politik dan HAM.
* Menumbuhkan kesadaran kritis di kalangan mahasiswa dan akademisi mengenai tantangan demokrasi di Asia Tenggara.
*Mendorong kerja sama antara lembaga pendidikan tinggi Malaysia dan Indonesia dalam penelitian dan pengabdian masyarakat.
Seminar ini sejalan dengan upaya pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) khususnya:
📌 SDG 4 – Quality Education
📌 SDG 10 – Reduced Inequalities
📌 SDG 16 – Peace, Justice and Strong Institutions
Penutup
Diskusi ini diharapkan menjadi fondasi awal untuk kolaborasi akademik yang lebih erat antara UPM dan UNESA dalam isu-isu sosial-politik global. Sebagai lembaga pendidikan tinggi, UPM terus berkomitmen untuk menyuarakan pengetahuan, inovasi, dan keberlanjutan sosial melalui slogan:
With Knowledge, We Serve.