Sejarah Ilmu Politik
Pada awal era reformasi,
politik identitas dilakukan dengan beragam cara oleh gerakan Islamisme, dari
aksi jalanan hingga melalui jalur parlemen dengan mengusulkan pendirian negara
Islam serta mempertanyakan keberadaan dasar negara Pancasila (Bruneissen, 2013). Aktivis Islamisme semakin mempunyai keberanian untuk memperjuangkan
kepentingannya karena adanya pengaruh dan keterkaitan dengan organisasi Islam
Internasional. Jaringan Islam Internasional memberikan kontribusi pemikiran,
informasi dan keuangan bagi eksistensi kelompok Islamisme di Indonesia.
Pada awal era reformasi,
politik identitas dilakukan dengan beragam cara oleh gerakan Islamisme, dari
aksi jalanan hingga melalui jalur parlemen dengan mengusulkan pendirian negara
Islam serta mempertanyakan keberadaan dasar negara Pancasila (Bruneissen, 2013). Aktivis Islamisme semakin mempunyai keberanian untuk memperjuangkan
kepentingannya karena adanya pengaruh dan keterkaitan dengan organisasi Islam
Internasional. Jaringan Islam Internasional memberikan kontribusi pemikiran,
informasi dan keuangan bagi eksistensi kelompok Islamisme di Indonesia.
Di era media sosial,suara rakyat kini dapat terlihat dengfan mudah di ranah media sosial.Lebih lanjut,Francis Fukuyama dalam buku yang berjudul Social Media and Democracy (2020) mengatakan bahwa kebangkitan media sosial telah membuat isu politik identitas dengan mudah diperbincangkan.Melihat fenomena di atas,kehadiran Ilmu Politik FISH Unesa menjadi penting,karena Ilmu Politik FISH Unesa akan menjadi Prodi baru dan pertama di Indonesia yang kurikulumnya dikhususkan untuk mempelajari dan mengkaji tentang persoalan-persoalan politik identitas.Karena itu,Ilmu Politik FISH Unesa berbeda dengan Prodi Ilmu Politik lain di Indonesia.Prodi Ilmu Politik di Indonesia tidak memfokuskan diri pada kajian-kajian tentang politik identitas.
Adanya era Reformasi juga mengakibatkan terjadi perubahan tata cara dan tata kelolah kelembagaan, seperti adanya pilkada, pileg dan pilpres secara langsung. Perubahan kelembagaan tersebut membutuhkan perilaku politik dan peran-peran politik yang lebih baru. Peran-peran politik yang lebih baru, dalam konteks tertentu, tidak bisa dilakukan oleh pihak-pihak yang berkompetesi secara langsung, tapi harus dilakukan sarajana Ilmu Politik yang mempunyai keterampilan dan keilmuan yang compatible. Peran-peran baru tersebut adalah sebagai sebagai asisten politik (tim survey dan konsultan politik). Dalam konteks tersebut, Prodi Ilmu Politik FISH Unesa akan menitikberatkan perhatiannya untuk menciptakan sarjana ilmu politk yang mempunyai keahlian sebagai asisten politik (tim survey dan konsultan politik). Ini juga hal lain dari keunikan, karena pada Prodil Ilmu Politik lainnya yang ada di Indonesia, tidak mempunyai minat untuk menghasilkan asisten politik. Selain itu terdapat alasan mendasar lainnya tentang pendirian Prodi IP di FISH Unesa, yaitu adanya kenyataan bahwa program IP di beberapa perguruan tinggi negeri lainnya, diminati oleh calon mahasiswa baru. Ini dibuktikan dengan jumlah pendaftar yang memilih prodi IP hampir 3 kali lipat dibandingkan daya tampungya. Melihat hal itu memberikan rasa optimis, bahwa prodi IP di FISH Unesa akan juga diminati oleh calon mahasiswa-mahasiswa baru.