Seminar Kesetaraan Gender dan Kesehatan Mental, From Equality to Well-Being: Feminism and Mental Health in a Changing Society
Himpunan Mahasiswa Ilmu Politik Unesa resmi menggelar acara Seminar Kesetaraan Gender dan Kesehatan Mental sebagai bentuk mendorong kesadaran dan refleksi di kalangan generasi musa terhadap pentingnya melihat Kesehatan mental tidak hanya sebagai persoalan individu, tetapi juga sebagai isu social yang berkaitan dengan keadilan dan kesetaraan gender. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Rabu, 22 April 2026, di Gedung i8 Fisipol Unesa, Surabaya, Jawa Timur.
Surabaya, 22 April 2026
Kegiatan ini di awali dengan sambutan dari Ketua Pelaksana, Ketua Himapol, serta sambutan dari Kepala Program Studi Ilmu Politik.
“Satu hal yang ingin saya tekankan pada hari ini adalah bahwa sebagai seorang mahasiswa kita harus bisa melindungi diri tidak hanya diri sendiri tetapi juga teman-teman kita semua karena berdasarkan data terkait kesehatan mental bahwa tingkat kesehatan mental di kalangan muda itu terus meningkat tidak melihat gendernya, laki-laki maupun perempuan.” Ujar Bapak Mi’rajul Huda sebagai perwakilan dari kepala program studi yang berhalangan hadir.
Seminar ini menghadirkan dua narasumber dari Universitas Negeri Surabaya, yaitu Silkania Swarizona dari Program Studi Ilmu Politik dan Fitrania Magfiroh dari Program Studi Psikologi. Kedua pemateri menyampaikan materi mengenai hubungan antara kesetaraan gender, feminisme, serta kesehatan mental dalam dinamika masyarakat modern.
Selama kegiatan berlangsung, peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi. Hal tersebut terlihat dari keaktifan peserta dalam sesi diskusi dan tanya jawab mengenai isu kesehatan mental, kesetaraan gender, serta tantangan sosial yang dihadapi generasi muda saat ini. Melalui seminar ini, peserta memperoleh wawasan yang lebih luas mengenai pentingnya menjaga kesehatan mental, membangun lingkungan yang suportif, serta memahami isu gender secara lebih kritis dan inklusif.
Melalui kegiatan ini, Himapol Unesa berharap seminar tidak hanya menjadi sarana penambahan wawasan akademik, tetapi juga menjadi ruang diskusi dan refleksi bagi generasi muda untuk lebih peduli terhadap isu kesehatan mental dan kesetaraan gender di tengah perubahan sosial yang terus berkembang.